Kuala Pembuang (ANTARA) - Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meminta masyarakat jangan mendekati daerah helikopter yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, karena diduga masih ada pengaruh elektrik atau listrik yang membahayakan.
"Seperti tadi ada satu penyelam yang kena listrik di dalam, padahal helikopter itu di dalam sudah kondisi mati, tetapi masih ada elektrik-elektrik yang bisa membahayakan bagi yang mungkin menyelam dan sebagainya," katanya di Kuala Pembuang, Jumat.
Dia menjelaskan terkait awak helikopter menjadi kebijakan dari TNI Angkatan Darat khususnya Pusat Penerbangan Angkatan Darat atau Penerbad.
"Saya juga nitip nanti kepada Pak Camat, Lurah, Bapak Bupati di sini, kita saling menjaga, nanti dari Penerbad pun akan datang ke sini untuk menilai, akan dievakuasi atau bagaimana nanti dari Penerbad yang memutuskan," jelasnya.
Sementara itu satu kru terakhir Helikopter MI-17V5 milik TNI AD yang mengalami kecelakaan tersebut telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam helikopter yang berada di perairan pada hari ini.
Pangdam mengatakan, ada tiga prajurit TNI yang meninggal dunia dari insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 tersebut.
"Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, ada tiga yang meninggal dunia. Terakhir tadi dapat dievakuasi, alhamdulillah semuanya sudah ditemukan," terangnya.
Adapun satu jenazah prajurit TNI terakhir yang ditemukan dan dievakuasi adalah Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Jenazah korban setelah ditemukan juga telah dibawa ke RSUD Kuala Pembuang. Pangdam bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda juga langsung ke RSUD Kuala Pembuang.
"Jadi delapan kru yang ada, lima selamat, tiga orang meninggal, yang dua (jenazah) kemarin sudah kami serahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Hari ini tadi yang terakhir Sertu Anumerta Heri ini akan dibawa ke Trenggalek," jelas Pangdam.