Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kualitas layanan pendidikan vokasi melalui program revitalisasi terhadap 1.277 satuan pendidikan SMK di berbagai daerah dengan anggaran biaya tambahan (ABT) Tahun Anggaran (TA) 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengatakan revitalisasi tersebut bertujuan menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, termasuk ruang praktik keterampilan untuk mendukung pengembangan kompetensi peserta didik sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Perbaikan fasilitas sekolah, baik rehabilitasi maupun pembangunan fisik, sebenarnya salah satu muaranya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah,” kata Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.
Dari 1.277 SMK penerima bantuan, katanya, sebanyak 553 merupakan sekolah negeri dan 724 lainnya sekolah swasta.
Ia menyebutkan bantuan tersebut mencakup pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, hingga pengecatan bangunan sekolah.
Sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran revitalisasi meliputi ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Fajar mengatakan ketersediaan ruang belajar yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai turut memengaruhi kenyamanan serta motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Oleh karena itu, ia meminta pihak sekolah memastikan kualitas pekerjaan revitalisasi sejak tahap perencanaan hingga pembangunan selesai, termasuk penggunaan material yang sesuai spesifikasi teknis agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ia mengingatkan pihak sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki melalui pemeliharaan rutin sesuai ketentuan pendanaan sekolah.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada sekolah penerima bantuan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan.
Pendampingan tersebut, kata Tatang, dilakukan melalui Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3-6 November 2026 yang diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi.
Ia menjelaskan peserta yang terdiri atas kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Tatang menegaskan keberhasilan program revitalisasi tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga kemampuan sekolah mengelola bantuan secara tertib dan akuntabel.
"Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel," ujarnya.
Ia meminta seluruh sekolah penerima bantuan menjalankan proses revitalisasi secara transparan dan menolak segala bentuk permintaan biaya di luar ketentuan.
Melalui program revitalisasi tersebut, Kemendikdasmen berharap ketersediaan sarana dan prasarana SMK semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran vokasi, sehingga peserta didik dapat mengembangkan kompetensi dan keterampilan secara optimal.