Nasional

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham untuk Perkuat Permodalan

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham untuk Perkuat Permodalan
BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham untuk Perkuat Permodalan
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo (kiri) bersama Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy (tengah) dan Ketua Dewan Pengawas Syariah BSI Hasanudin (kanan) berbincang sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Rapat tersebut membahas rencana penguatan permodalan melalui penerbitan saham baru. (FOTO : Republika/Prayogi)

Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Muhadjir Effendy (kanan bawah) bersama Direktur Utama BSI) Anggoro Eko Cahyo (kiri bawah) mengikuti pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue. Persetujuan ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Melalui aksi korporasi tersebut, BSI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B. Penerbitan saham baru ini diharapkan dapat memberikan tambahan modal untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Selain memperkuat permodalan, pelaksanaan rights issue juga diarahkan untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi investor publik dalam kepemilikan saham BSI. (FOTO : Republika/Prayogi)

Peningkatan porsi saham publik juga diharapkan mendukung likuiditas perdagangan saham BSI di pasar modal. Dengan demikian, saham perseroan dapat memiliki ruang kepemilikan yang lebih luas bagi investor. (FOTO : Republika/Prayogi)

Melalui penguatan permodalan dan peningkatan free float, BSI berupaya memperkokoh fondasi bisnis untuk menghadapi peluang pertumbuhan industri perbankan syariah. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis ke depan. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

JAKARTA -- Penguatan permodalan menjadi salah satu langkah penting bagi perbankan dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan memperluas jangkauan layanan. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengambil langkah tersebut melalui rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD II) atau rights issue. Rencana ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Melalui aksi korporasi tersebut, BSI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B. Selain memperkuat struktur permodalan, langkah ini ditujukan untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi investor publik dalam pertumbuhan industri perbankan syariah.

sumber : Republika
Berita Lainnya