Politik

Serukan Persatuan Anak Bangsa, Kader Muhammadiyah Fuji Abdul Rohman: Bersatu adalah Jati Kita

Serukan Persatuan Anak Bangsa, Kader Muhammadiyah Fuji Abdul Rohman: Bersatu adalah Jati Kita

JAKARTA – Wajah baru menjadi sorotan dalam acara Indonesia Future Leader (IFL) #2 yang diselenggarakan Total Politik. Tampak sosok muda yang berwibawa dan energik mendampingi Wamen P2MI, sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Sosok itu adalah Fuji Abdul Rohman, Staf Khusus Menteri Sosial Republik Indonesia.

Dzulfikar menyampaikan bahwa soal kebangsaan, Muhammadiyah telah teruji komitmennya dalam membangun bangsa dan negara.

Muhammadiyah selalu mengajak segenap elemen bangsa untuk merawat Indonesia. Sebagaimana pesan persatuan disuarakan Muhammadiyah pada Tanwir Muhammadiyah di Palu (13-15/11) mendatang, dengan tema "Bersama Satukan Bangsa".

Sejalan dengan itu, Fuji mengungkapkan bahwa semangat persatuan harus menjadi jati diri bangsa, karena merupakan ruh ketiga dalam Pancasila, yaitu persatuan Indonesia.

"Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah telah menuntun kita membela negara, mendahulukan kepentingan Bangsa dan Negara, serta kewajiban untuk menjaga Indonesia dan memperkokoh Persatuan Indonesia" ujar Fuji dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Kamis (5/11/2026). 

Dalam berbagai kesempatan, Dzulfikar menekankan pentingnya Intelektualisme di tubuh gerakan pemuda.

Dia mengungkapkan bahwa dengan intelektual arah gerakan menjadi terarah, misi menjadi jelas, tujuan dapat tercapai. Intelektualisme menjadi keniscayaan sebuah gerakan.

Fuji memiliki semangat yang sama dengan Dzulfikar, bahwa Intelektual harus terus ditumbuhkan pada tubuh gerakan kepemudaan.

Selain Wamen P2MI, forum juga dihadiri oleh Todotua Pasaribu Wamen Investasi dan Hilirisasi, Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, Vasco Ruseymi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Jihan Nurlela Wakil Gubernur Lampung, Masinton Pasaribu Bupati Tapanuli Tengah, Gus Fawait Bupati Jember dan Syaharudin Alrif Bupati Sidenreng Rappang.

Seluruh narasumber sepakat bahwa menjaga kedaulatan NKRI memerlukan sinergi kolektif yang kokoh, bergerak serentak dari level daerah hingga ke pusat demi keadilan sosial yang merata dalam payung Persatuan Indonesia.