Kematian pengusaha teknologi Amerika Serikat, Adam Robinson, dalam kecelakaan jet pribadi di Florida menyisakan cerita yang mengundang perhatian publik. Sebuah video wawancara lama yang memperlihatkan Robinson berbicara tentang kegemarannya menggunakan jet pribadi kembali viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pendiri perusahaan teknologi Retention.com dan RB2B itu mengungkap bagaimana jet pribadi yang awalnya dianggap sebagai simbol kekayaan orang superkaya akhirnya menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan identitas dirinya.
Pernyataan itu kembali menjadi sorotan setelah Robinson tewas bersama istri, dua anaknya, dan lima orang lainnya dalam kecelakaan Learjet 60 di Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11/2026).
Dilansir dari Bored Panda, Kamis (5/11/2026), video yang berasal dari wawancara pada April 2023 tersebut memperlihatkan Robinson menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap penerbangan pribadi.
Robinson mengaku dahulu menganggap jet pribadi sebagai kemewahan yang mustahil dijangkaunya. Pandangan tersebut muncul karena ia sering melihat teman-temannya dari kalangan Wall Street dan pengelola hedge fund menggunakan pesawat pribadi.
"Beberapa teman saya yang sangat kaya menggunakan jet pribadi, dan saya selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak terjangkau bagi saya," ungkap Robinson.
Pesawat Learjet yang jatuh di Florida AS dan minimnya serpihan bodi pesawat di lokasi jatuhnya Foto: SLCScanner dan WPEC via CBS 12 |
Ia mengenang bagaimana teman-temannya kerap menjadikan jet pribadi sebagai simbol status sosial. Bahkan, mereka bisa merencanakan perjalanan secara spontan hanya dengan menggunakan ponsel.
"Ketika sedang duduk di meja makan, tiba-tiba seseorang mengeluarkan ponselnya dan bertanya, 'Kalian mau pergi ke Las Vegas besok pagi?'" kenangnya.
Namun, pandangan Robinson berubah setelah mengetahui bahwa menggunakan layanan penerbangan pribadi ternyata tidak selalu membutuhkan biaya sebesar yang dibayangkannya.
Ia mengaku terkejut saat mengetahui ada layanan yang bisa digunakan dengan biaya beberapa ribu dolar AS.
"Saya ingat ketika mengetahui biayanya hanya beberapa ribu dolar. Saya merasa, 'Wow, ternyata saya juga bisa terbang dengan jet pribadi,'" tuturnya.
Pengalaman itu membuat Robinson semakin tertarik menggunakan layanan tersebut. Bahkan, ia mengakui penerbangan pribadi akhirnya memiliki makna lebih dari sekadar sarana transportasi.
"Itu menjadi bagian dari identitas saya," katanya.
Pernyataan Lama Jadi Perdebatan
Setelah kecelakaan yang merenggut nyawanya, pengakuan Robinson kembali beredar dan memicu beragam reaksi warganet.
Sebagian pengguna media sosial menilai pernyataannya memperlihatkan betapa pentingnya simbol kekayaan dan kesuksesan dalam kehidupan sang pengusaha.
"Sangat menyedihkan ketika banyak orang hanya merasa dihargai karena simbol status sosial," komentar seorang warganet.
"Ada pepatah yang mengatakan, semakin banyak uang, semakin banyak masalah. Sangat menyedihkan," tulis pengguna lainnya.
Namun, tidak semua tanggapan bernada negatif. Sejumlah kolega mengenang Robinson sebagai pengusaha yang memberikan kontribusi besar bagi industri teknologi.
Larry Kim, CEO Customers.ai, mengaku pernah beberapa kali berselisih dengan Robinson di media sosial karena persaingan bisnis.
"Kami pernah berselisih di media sosial lebih dari sekali. Namun, dia adalah seorang pembangun bisnis yang mendorong kemajuan industri kami dan membuat saya menjadi lebih baik," ujarnya kepada Business Insider.
Robinson diketahui membangun sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Retention.com, RB2B, dan MoltSets. Sebelum terjun ke industri teknologi, ia bekerja di sektor keuangan, termasuk di Lehman Brothers dan Barclays Capital.
Tewas Bersama Keluarga dalam Kecelakaan Jet
Robinson menjadi salah satu dari sembilan korban tewas dalam kecelakaan Learjet 60 pada 1 November 2026.
Pesawat tersebut berangkat dari Austin, Texas, menuju Bahama. Robinson bersama keluarganya dilaporkan hendak merayakan ulang tahunnya di destinasi tropis tersebut.
Namun, perjalanan berakhir tragis ketika pesawat kehilangan ketinggian secara drastis sebelum jatuh di kawasan Palm Beach County, Florida.
Robinson meninggal bersama istrinya, Helen Sharp, serta kedua anak mereka, Emma yang berusia empat tahun dan Charlie yang berusia dua tahun. Korban lainnya termasuk dua sahabat keluarga, seorang pengasuh anak, serta pilot dan kopilot pesawat.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Penyelidik menemukan bagian ekor pesawat terpisah dan jatuh beberapa kilometer dari lokasi benturan utama.
Kondisi cuaca buruk, turbulensi, pembentukan es, serta kemungkinan masalah teknis menjadi sejumlah aspek yang diperiksa. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan.
Sementara itu, video lama Robinson menjadi pengingat tragis tentang bagaimana sesuatu yang pernah ia banggakan sebagai bagian dari gaya hidupnya kini kembali diperbincangkan setelah kepergiannya.
