Nasional

PWNU-Polda Jatim siapkan kerja sama program "Jogo Pondok"

PWNU-Polda Jatim siapkan kerja sama program "Jogo Pondok"

Surabaya (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyiapkan kerja sama program “Jogo Pondok” (Jaga/Penjagaan Pesantren) untuk mengatasi maraknya kasus perundungan/bullying yang akhir-akhir ini marak di sekolah dan pesantren.

“Selama ini, polisi sudah punya (program) Jogo Sekolah dan Jogo Omah, karena PWNU punya rencana yang sama untuk pondok, nanti kita kerja samakan juga Jogo Pondok,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama jajarannya saat berkunjung ke Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Kamis.

Kapolda mengatakan hubungan Polda Jatim dengan PWNU Jatim selama ini telah terjalin baik. Kemitraan tersebut terakhir terlihat dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Agustus lalu.

"Karena itu sebagai pimpinan baru, saya sowan ke PWNU untuk melanjutkan hubungan baik itu. Kalau tidak ke sini, bisa kualat,” kata Kapolda, tersenyum.

Terkait ramainya informasi pasca-muktamar, ia menilai hal itu biasa terjadi di kalangan NU dan pesantren yang memang beragam, tapi biasanya pasca-gegeran (perdebatan yang ramai) akan diakhir dengan ger-ger-an (guyon/humor) yang ramai.

“Itu biasa, karena saya juga pernah membantu pengamanan Muktamar NU di Lampung, jadi paham,” katanya.

Terkait maksud kunjungannya, Kapolda Jatim mengharapkan arahan dan bimbingan PWNU, karena NU merupakan organisasi terbesar dan jumlahnya terbanyak di Jatim.

“Saya juga mohon kritik kalau ada anggota saya yang sikapnya kurang berkenan. Saya dan anggota juga membiasakan keliling masjid setiap Jumat, tujuannya pendekatan ke masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap kemitraan dalam banyak hal dengan PWNU Jatim, baik program Jogo Pondok, program Dai Kamtibmas, dan sebagainya.

“Saya yakin kalau Dai Kamtibmas di Jatim itu mayoritas dari NU. Karena itu, saya juga berterima kasih kepada PWNU, karena Jatim sekarang kondusif pada saat banyak gejolak di Jakarta,” katanya.

Menanggapi perkenalan Kapolda Jatim yang baru itu, Plh Ketua PWNU Jatim Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) berharap kunjungan Kapolda Jatim dengan jajarannya akan memperkuat ukhuwah dan kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik dengan PWNU dan harapan ke depan akan dapat ditingkatkan lagi.

“Warga NU itu bukan cuma terbesar di Jatim, tapi di dunia, karena itu kalau kami merepotkan Polda ya kami mohon maaf. Beberapa hari ini, kami ada kegiatan Hari Santri, tapi sebentar lagi juga ada Harlah NU pada akhir Januari 2027, barangkali kami bisa di-support dalam kegiatan Apel Kader Harlah NU yang dipusatkan di Banyuwangi,” katanya.

Apel Kader NU yang direncanakan diikuti 35.000 kader se-Jatim pada Harlah NU 30-31 Januari 2027 itu bertujuan untuk meneguhkan komitmen kebangsaan NU yang selama ini sudah menjaga NKRI dan Pancasila dari rongrongan elemen anti-NKRI, yakni kelompok khilafah. Selain komitmen NKRI, juga penting adalah penegakan keadilan hukum.

“Khusus program Jogo Kali itu bisa dimatangkan lagi dalam tiga kegiatan yakni pencegahan di pesantren melalui pelatihan/pemahaman tentang bullying, pendampingan secara paralegal bila sudah terjadi perundungan, dan pemulihan pasca-kejadian yang melibatkan psikolog dan Bimmas/PPA,” katanya.