Istanbul (ANTARA) - Abdul El-Sayed, seorang Demokrat keturunan Mesir-Amerika sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat, mencetak sejarah pada Selasa (3/11) dengan menjadi muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS.
Dalam pemilu sela AS di Michigan, Selasa (3/11), El-Sayed mengalahkan Mike Rogers, kandidat dari Partai Republik. Kemenangan El-Sayed itu menyedot perhatian luas.
Politikus AS beraliran progresivisme itu memenangkan kursi yang ditinggalkan Senator Partai Demokrat Gary Peters karena pensiun. Hal itu menjadi pencapaian penting bagi representasi politisi muslim di AS.
Kemenangan El-Sayed diraih setelah melewati masa kampanye yang diwarnai perpecahan di internal Partai Demokrat, terutama terkait isu layanan kesehatan, prioritas ekonomi, dan dukungan AS terhadap Israel.
Kehidupan awal dan pendidikan
Lahir di Rochester Hills, Michigan, dari orang tua imigran asal Mesir, El-Sayed meniti karier di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat sebelum terjun ke dunia politik.
Pria yang kini berusia 42 tahun itu lulus dari University of Michigan pada 2007. El-Sayed meraih gelar dokter di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford sebagai penerima beasiswa Rhodes (Rhodes Scholar) di tahun 2011. Dia juga memperoleh gelar kedokteran dari Columbia University pada 2014.
Pada 2015, El-Sayed menjabat sebagai direktur kesehatan untuk Detroit, salah kota besar di Michigan. Saat itu, El-Sayed memimpin upaya untuk membangun kembali layanan kesehatan masyarakat kota tersebut pascakrisis keuangan.
Dia memegang jabatan tersebut hingga 2017, sebelum mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan pada 2018, yang upayanya belum membuahkan hasil karena kalah dari Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Selanjutnya, El-Sayed menjabat sebagai direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Veteran di Wayne County (yang mencakup wilayah Detroit) dari 2023 hingga 2025.
Kebangkitan politik dan pencalonan bersejarah untuk Senat
El-Sayed kembali terjun ke dunia politik elektoral pada 2026, dengan mengalahkan anggota DPR Haley Stevens dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat di Michigan pada Agustus.
Kampanye El-Sayed mendapat dukungan dari tokoh-tokoh progresif terkemuka, termasuk Senator Bernie Sanders, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, dan anggota DPR dari Michigan, Rashida Tlaib.
Dia berkampanye dengan mengusung agenda perluasan akses layanan kesehatan melalui program "Medicare for All", penurunan biaya perumahan, pengurangan pengaruh donor kaya dalam politik, serta penguatan peluang ekonomi bagi keluarga pekerja.
Terkait kebijakan luar negeri, El-Sayed tampil sebagai pengkritik vokal atas dukungan militer AS terhadap Israel. Dia menyebut kampanye militer Israel di Gaza sebagai genosida dan menyerukan penghentian bantuan militer Amerika yang diberikan tanpa syarat kepada Israel. Pandangannya mengenai Israel menjadi sumber kontroversi utama selama masa kampanye.
Stevens, yang dia kalahkan dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, mengambil langkah berbeda dari partainya, hanya dua hari sebelum pemilihan umum, dengan memberikan dukungan kepada Rogers.
Stevens beralasan khawatir dengan retorika kampanye serta afiliasi politik El-Sayed.
Langkah Stevens itu memicu reaksi keras dari sesama anggota Partai Demokrat, tetapi gagal menghalangi jalan El-Sayed menuju kemenangan.
Keyakinan dan identitas politik
Identitas muslim El-Sayed juga menjadi isu yang menonjol selama pemilihan Senat AS.
Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik lainnya berulang kali melontarkan kritik terhadapnya, baik terkait keyakinan agamanya maupun posisi politiknya.
El-Sayed menepis berbagai serangan tersebut dengan berargumen bahwa Trump sengaja menggunakan nama dan agamanya untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah kenaikan biaya hidup dan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat AS.
Kemenangan El-Sayed juga menandai peristiwa bersejarah bagi Senat AS, meskipun sebelumnya sudah ada warga muslim Amerika yang pernah menjabat di DPR.
Keith Ellison menjadi muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada 2006, sementara Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi perempuan muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres pada 2018.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026