Nasional

PLN gandeng kalangan kampus songsong era mobil listrik

PLN gandeng kalangan kampus songsong era mobil listrik
Bisa menjadi momentum dimulainya proyek mobil listrik nasional

Surabaya (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara "Innovative & Competition Electricity" (PLN ICE) untuk kedua kalinya diselenggarakan di Surabaya, 6 - 8 November 2026.
 
Sebanyak 19 perguruan tinggi di Tanah Air yang melibatkan sebanyak 217 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan yang digagas oleh PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  Surabaya ini.

Para mahasiswa dari berbagai kampus tersebut membentuk sebanyak 41 tim, masing-masing untuk kategori lomba rancang bangun sekaligus balapan drag kendaraan listrik atau EV, Gokart EV dan Micro Rally EV.  

Selain itu sebanyak enam tim siap mengikuti lomba "start up" yang memaparkan ide-ide bisnis terkait energi bersih.

General Manager PT PLN Puslitbang Mochamad Soleh berharap melalui kegiatan ini akan tercipta kemandirian teknologi.

"Kita membangun kompetensi. Mahasiswa dibekali bahwa masa depan energi kendaraan itu adalah listrik dan energi bersih. Sehingga mereka sudah familier dan punya pengetahuan dan kompetensi cukup untuk penerapan di lingkungan kerja maupun untuk kehidupan sehari-hari," katanya saat dikonfrimasi di Surabaya, Jumat.

Rektor ITS Prof. Dr (HC). Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc.Eng, PHd mengungkapkan saat pertama kali PLN ICE digelar tahun lalu merupakan sesuatu yang tergolong baru.

"Tahun ini harapan kami pelaksanaannya berjalan lebih baik. Salah satunya mahasiswa telah kita beri waktu lebih longgar untuk mempersiapkannya," ujarnya. 

Pengamat Otomotif Fitra Eri menilai masyarakat mulai berminat untuk mengganti kendaraannya yang semula berbahan bahan minyak (BBM) menjadi mobil listrik.

"Itu terjadi sejak pemerintah mendukung peralihan ke kendaraan listrik. Membeli kendaraan listrik banyak benefitnya yang diberi pemerintah," katanya. 

Namun Fitra mengaku tidak rela jika masyarakat hanya menjadi konsumen mobil listrik. Faktanya memang produsen mobil listrik dikuasi oleh sejumlah perusahaan otomotif asal China dan Korea.  

Bahkan persaingan luar biasa antar produsen otomotif tersebut membuat mobil listrik semakin murah. 

Karenanya Fitra mengapresiasi digelarnya PLN ICE yang melibatkan kalangan kampus. 

"Ini jelas memacu kita, terutama mahasiswa, untuk bisa kompetitif ke depannya. Karena ke depan, kita tidak perlu hanya sekadar pintar dan inovatif tapi bagaimana membuat produk yang cost efektif," tuturnya. 

Bagi Fitra, kegiatan PLN ICE yang menggandeng kalangan kampus ini bisa menjadi momentum dimulainya proyek mobil listrik nasional.