Nasional

Pentingnya Kepercayaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pentingnya Kepercayaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA – Penguatan keamanan dan kepercayaan digital dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Hal ini seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan infrastruktur, distribusi, serta rantai pasok energi.

Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan, ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, kapasitas produksi, dan keandalan infrastruktur fisik, tetapi juga oleh keamanan sistem digital yang mendukung operasional sektor tersebut.

Menurut Teguh, keamanan data, integritas dokumen, dan ketertelusuran transaksi perlu diperkuat untuk memastikan pengelolaan energi berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Kedaulatan energi bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital. Di tengah semakin terhubungnya infrastruktur dan rantai pasok energi, kita harus memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen, dan transaksi memiliki tingkat keamanan serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Teguh dalam Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menilai, transformasi digital di sektor energi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga menghadirkan sejumlah risiko, mulai dari kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis.

Dalam pengelolaan energi, teknologi identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, dan sistem ketertelusuran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar, memverifikasi penerima subsidi, serta meningkatkan keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral dan batu bara.

“Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan setiap komoditas energi harus memiliki rekam jejak digital yang terpercaya,” kata Teguh.

Dia juga menyoroti pentingnya keandalan data dalam pengembangan energi hijau, terutama terkait pencatatan emisi, sertifikasi, dan transaksi karbon. Data yang akurat dan dapat diverifikasi dinilai diperlukan untuk mendukung transparansi dalam ekosistem energi berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Teguh saat menjadi pembicara dalam ELBC 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.

Dalam forum tersebut, ia membawakan materi bertajuk “Membangun Ketahanan Nasional Melalui Kepercayaan Digital, Teknologi, dan Inovasi Strategis”.