Kekuatan identitas budaya ini yang kami harapkan bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan dari para leluhur kami
Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Badung XV Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan seni dan budaya tradisional khususnya kesenian Bali.
“Penyelenggaraan festival ini merupakan langkah nyata kami dalam melestarikan seni dan budaya lokal,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Kamis.
Ia mengatakan pelaksanaan festival tersebut dinilai sangat strategis sebagai benteng pertahanan identitas Badung khususnya di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif.
“Kekuatan identitas budaya ini yang kami harapkan bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan dari para leluhur kami,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan festival yang diselenggarakan hingga 16 November itu juga menjadi momentum keberpihakan pemerintah kepada budaya lokal.
“Kami memberikan ruang kepada para seniman, generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya hingga nanti diharapkan akan bermunculan hasil-hasil karya yang melestarikan seni dan budaya,” jelas dia.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana mengungkapkan FSB Badung 2026 dikemas dengan berbagai jenis kegiatan seperti parade, lomba, pagelaran, serta pameran.
FSB 2026 tidak hanya diikuti seniman lokal Bali namun juga diramaikan oleh sanggar dan seniman dari luar daerah, seperti kelompok kesenian Disbudpar Bandung, Jawa Barat, dan sanggar seni asal Sumatera Barat.
“Festival Seni Budaya tahun ini diikuti 1.925 orang seniman dan diramaikan oleh 81 UMKM dari Badung,” ungkap dia.