Oleh karena itu kami meyakini bahwa penguatan kapasitas finansial kader posyandu akan memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat luas
Bogor (ANTARA) - Tim mahasiswa IPB University menginisiasi program edukasi terstruktur bertajuk "Cerdas Finansial Desa" bagi kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di Situ Leutik Desa Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Perwakilan tim mahasiswa Annisaturradiah dalam keterangannya di Bogor, Jumat, mengatakan program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan pengelolaan finansial domestik melalui penyusunan modul interaktif, buku saku praktis, dan materi sosialisasi berkelanjutan.
“Ibu-ibu rumah tangga pada umumnya memegang kendali penuh atas alokasi anggaran domestik. Oleh karena itu kami meyakini bahwa penguatan kapasitas finansial kader posyandu akan memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat luas,” kata Annisa.
Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas perdesaan hingga kini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya tingkat literasi keuangan di tingkat rumah tangga.
Inisiatif yang mendapat pendampingan dari Prof Lilik Noor Yuliati dilaksanakan dengan menargetkan kader posyandu sebagai sasaran primer utama. Pemilihan kader posyandu didasarkan pada peran strategis mereka sebagai opinion leader sekaligus aktor sentral dalam struktur sosial desa.
"Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerentanan ekonomi keluarga di perdesaan, seperti tingginya ketergantungan pada pinjaman informal berbiaya tinggi dan minimnya alokasi dana darurat," katanya.
Kondisi ini diperparah oleh penetrasi produk keuangan digital yang tidak diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai.
Pendekatan aksi dilakukan melalui metode Training of Trainers (ToT). Tim peneliti menyusun instrumen edukasi berbasis riset empiris yang disesuaikan dengan konteks sosio-ekonomi lokal.
Materi difokuskan pada empat pilar yaitu akuntansi sederhana rumah tangga, pemisahan kas usaha kecil dan domestik, analisis rasio kebutuhan versus keinginan, serta mitigasi risiko investasi bodong.
Kader posyandu yang telah dilatih kemudian mendiseminasikan kembali materi tersebut kepada warga melalui pertemuannya di pos layanan terpadu. Melalui penguatan kelembagaan lokal ini, program tersebut diharapkan menciptakan ketahanan finansial keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.