Nasional

KSAD Pimpin Pemakaman Kapten Nurhafiz yang Gugur dalam Kecelakaan Hlikopter Saat Padamkan Karhutla

KSAD Pimpin Pemakaman Kapten Nurhafiz yang Gugur dalam Kecelakaan Hlikopter Saat Padamkan Karhutla

SEMARANG — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin prosesi pemakaman Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio (34 tahun) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Nurhafiz merupakan satu dari tiga korban yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 saat melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan pantauan Republika, peti jenazah Nurhafiz tiba di TMP Giri Tunggal sekitar pukul 12.40 WIB. Sebelumnya jenazah Nurhafiz, yang merupakan anggota kesatuan Skadron 31/Amur Yudha Cakti Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), telah terlebih dulu tiba di Lanumad Ahmad Yani Semarang.

Setelah tiba di TMP Giri Tunggal, peti jenazah Nurhafiz langsung diiring dengan prosesi militer menuju makamnya. Segenap keluarga almarhum, termasuk istri dan putrinya, turut menyertai proses tersebut.

“Saya Jenderal TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, selaku inspektur upacara, atas nama negara dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum,” ucap Tandyo saat membacakan apel persada.

Tandyo mendoakan agar almarhum Nurhafiz diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan rohnya menjadi tempat yang semestinya di alam baka,” ujarnya.

Dengan tembakan dari regu salvo, peti jenazah Nurhafiz mulai dikebumikan. Tandyo sempat melakukan penghormatan terakhir dengan menimbukan tanah secara simbolik dan menaburkan bunga. Hal itu turut diikuti perwakilan keluarga almarhum.

Isak tangis keluarga almarhum pecah saat sejumlah prajurit mulai mengubur dan menutup liang lahad Nurhafiz. Prosesi pemakaman ditutup dengan pemberian penghormatan terkahir dari seluruh peserta dan inspektur upacara.

Selain Nurhafiz terdapat dua korban lain yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5. Mereka adalah Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.