Nasional

Khofifah wujudkan hunian layak dan nyaman bagi keluarga kurang mampu

Khofifah wujudkan hunian layak dan nyaman bagi keluarga kurang mampu

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mewujudkan hunian layak dan nyaman bagi keluarga kurang mampu melalui bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Patokan, Kabupaten Probolinggo.

"Program Rutilahu tidak sekadar berorientasi pada perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, renovasi harus memperhatikan kelayakan hunian secara menyeluruh, mulai dari kekuatan bangunan, keamanan, ketersediaan sanitasi, hingga kesehatan lingkungan tempat tinggal," katanya, dalam keterangannya, Rabu.

Saat meninjau langsung rumah warga penerima bantuan renovasi Rutilahu di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Khofifah menemui dan berbincang dengan Musripa (51), salah satu penerima bantuan yang selama ini harus tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan akibat kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.

Kehadiran Khofifah didampingi Bupati Probolinggo Muhammad Haris dan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jatim tidak hanya untuk memastikan bantuan renovasi berjalan sesuai kebutuhan, tetapi juga memberikan dukungan kepada keluarga penerima manfaat.

Musripa tinggal bersama suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dan anaknya disabilitas grahita, sehingga dengan penghasilan keluarga yang terbatas, memperbaiki rumah secara mandiri menjadi tantangan tersendiri karena kondisinya memprihatinkan seperti atap rumah jebol dan kamar mandi yang tidak layak.

Setiap penerima memperoleh bantuan yang bersumber dari kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20 juta dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp5 juta. Sinergi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya tempat tinggal yang layak.

"Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kami upayakan hal tersebut," katanya.

Ia mengatakan, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat, sehingga hunian yang layak tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk tumbuh, beristirahat, serta menjalani kehidupan sehari-hari dengan sehat dan nyaman.

Pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, perlu terus menjadi perhatian pemerintah. Melalui program Rutilahu, masyarakat diharapkan memperoleh tempat tinggal yang lebih aman sekaligus terhindar dari risiko kesehatan maupun keselamatan akibat kondisi bangunan yang tidak memadai.

"Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi," katanya.

Khofifah menekankan pentingnya memperluas jangkauan program Rutilahu melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan BAZNAS. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan perbaikan rumah.

Khofifah berharap proses renovasi dapat diselesaikan sesuai target sehingga penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih layak, namun percepatan pekerjaan juga harus tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan agar rumah benar-benar aman dan nyaman untuk dihuni.

Sementara itu, Musripa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah serta program bedah rumah yang didukung BAZNAS Kabupaten Probolinggo dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

"Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi kami untuk dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman. Saya bersyukur karena renovasi rumah yang selama ini sulit diwujudkan kini dapat segera dilakukan berkat dukungan berbagai pihak," ujarnya.