Bagi kami, sepeda bukan hanya untuk gaya hidup atau alat agar bisa terus sehat, namun juga alat perjuangan.
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan 30 pesepeda peserta Ride for Palestine 2026 yang akan menempuh perjalanan sekitar 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta, Kamis.
Humas Ride for Palestine 2026 Wirawan Dwi mengatakan pelepasan oleh Gubernur Khofifah menjadi penyemangat bagi peserta dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Kami yang warga Jatim bangga bisa dilepas Ibu kami, Bu Khofifah. Ini akan jadi penyemangat tersendiri untuk para pesepeda Ride for Palestine,” kata Wirawan sebelum berangkat, di Surabaya, Jawa Timur.
Aksi bersepeda tersebut menjadi sarana menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi penjajahan, kekerasan, dan genosida.
Ia menjelaskan, kegiatan yang memasuki tahun ketiga itu menunjukkan peningkatan jumlah peserta, dari tujuh orang pada 2024, menjadi 16 orang pada 2025, dan kini mencapai 30 pesepeda dari Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung, Malang, serta Pasuruan.
Menurutnya, sepeda bukan sekadar sarana olahraga, melainkan media perjuangan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan mengajak masyarakat terus peduli terhadap Palestina.
“Bagi kami, sepeda bukan hanya untuk gaya hidup atau alat agar bisa terus sehat, namun juga alat perjuangan,” ujarnya.
Perjalanan menuju Jakarta akan melewati sejumlah wilayah, yakni Ngawi, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Bandung, dan Bekasi. Pesepeda dari komunitas lokal juga berkesempatan bergabung pada etape tertentu.
Setibanya di Jakarta, rombongan dijadwalkan finis di kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, melakukan audiensi dengan Badan Kehormatan Antarparlemen, kemudian mengunjungi Kedutaan Besar Palestina.
Kegiatan tersebut turut menggandeng Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai mitra kemanusiaan dalam penyaluran dukungan bagi Palestina.
Wirawan menegaskan Ride for Palestine bukan sekadar perjalanan bersepeda, melainkan upaya menyampaikan pesan bahwa rakyat Palestina tidak sendiri dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemanusiaan.