Nasional

Harga Tepung Tapioka Naik 30 Persen, Pedagang Cilok hingga Gorengan Kena Imbas

Harga Tepung Tapioka Naik 30 Persen, Pedagang Cilok hingga Gorengan Kena Imbas

BANDUNG — Kenaikan harga tepung tapioka membuat para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat terkena dampaknya. Harga tepung tapioka naik hingga 30 persen, dari semula Rp 10.000–Rp 14.000 per kilogram menjadi Rp 16.000–Rp 18.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Linda Al Amin mengungkapkan, kenaikan harga tepung tapioka terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ia menyebut kenaikan harga tepung tapioka mencapai 30 persen.

"Lonjakan harga tepung aci yang saat ini menembus Rp 16.000 hingga Rp 18.000 per kilogram atau naik hampir 30 persen dari semula Rp 10.000–Rp 14.000 per kilogram disoroti karena membebani UMKM kuliner lokal (pedagang cilok, cireng, dan sejenisnya)," ucap dia, Rabu (4/11/2026) lalu.

Ia mengatakan, kenaikan harga tepung tapioka disebabkan produksi panen petani singkong yang menurun akibat cuaca ekstrem. Selain itu, sejumlah daerah belum memasuki masa panen raya.

"Musim kemarau berpotensi mengurangi ketersediaan bahan baku singkong yang menyebabkan kondisi pabrik tapioka kesulitan mendapatkan singkong dalam jumlah cukup," kata dia.

Linda melanjutkan, harga singkong di tingkat petani yang sebelumnya sekitar Rp 700 per kilogram meningkat menjadi sekitar Rp 3.000 per kilogram. Menurutnya, pemerintah saat ini memperketat impor untuk menjaga ketersediaan.

"Kenaikan harga singkong tersebut dapat meningkatkan biaya produksi tepung tapioka, sehingga pemerintah memperketat impor singkong dan tepung tapioka untuk melindungi petani lokal," kata Linda.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut baik untuk meningkatkan penyerapan singkong petani dalam negeri. Namun, kebijakan itu perlu diimbangi dengan kecukupan produksi dan kelancaran distribusi agar kebutuhan industri tetap terpenuhi.

"Pemprov Jabar akan melakukan pemantauan harga singkong dan tapioka dari produsen sampai pasar," kata dia.

Selain itu, Pemprov Jabar akan mengamankan pasokan untuk memastikan stok di pabrik dan distributor tersedia, serta mengawasi distribusi guna mencegah penimbunan dan permainan harga.