Politik

Harapan dan Doa Buat Imtiyaz Zay Balqis, Gen Z dari Pesantren ke Panggung Nasional

Harapan dan Doa Buat Imtiyaz Zay Balqis, Gen Z dari Pesantren ke Panggung Nasional

JAKARTA – Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia sekaligus Rais Syuriyah PBNU, KH Imam Jazuli, menyampaikan apresiasi atas amanah baru yang diberikan kepada putrinya, Hj. Imtiyaz Zay Balqis Jazuli, Lc., sebagai Wakil Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia berharap kepercayaan tersebut menjadi momentum untuk memperluas ruang pengabdian, terutama dalam pemberdayaan generasi muda dan penguatan peran politik bagi kemaslahatan masyarakat.

Menurut Kiai Imam Jazuli, perjalanan kepemimpinan Imtiyaz tidak terbentuk secara instan. Fondasinya dimulai dari lingkungan pesantren, ketika ia dipercaya menjadi Ketua Organisasi Santri Intra Pesantren (OSIP) Bina Insan Mulia 1 pada periode 2020–2021. Saat itu, pesantren tersebut memiliki sekitar 2.500 santri.

Pengalaman tersebut menjadi laboratorium kepemimpinan bagi Imtiyaz untuk belajar mengelola organisasi, merawat kebersamaan, menghadapi perbedaan, dan membangun keberanian mengambil tanggung jawab.

“Setiap perjalanan besar selalu memiliki titik berangkat. Bagi Teteh, perjalanan itu dimulai dari pesantren. OSIP menjadi tempat pertama belajar memimpin, mengelola perbedaan, dan mengabdi kepada sesama,” pesan Kiai Imam Jazuli.

Khidmah Imtiyaz Zay Balqis, dari Pesantren hingga Panggung Nasional

Jejak kepemimpinan putri sulung Rais PBNU ini kemudian berkembang ke tingkat internasional. Pada 2024, Imtiyaz dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang Perwakilan (DPCP) PKB Republik Tunisia untuk periode 2024–2029.

Dalam kapasitas tersebut, ia memimpin konsolidasi organisasi, kaderisasi, serta kegiatan politik kebangsaan dan keumatan bagi warga negara Indonesia di Tunisia, dan menghantarkan PKB sebagai pemenang di Tunisia baik di pileg maupun di Pilpres 2024.

Ia juga tercatat pernah menjadi Ketua Lembaga Media dan Informasi PCINU Tunisia serta Ketua Lembaga Kesenian PCI Fatayat NU Tunisia pada periode 2023–2025. Pengalaman organisasi internasionalnya berlanjut ketika dipercaya sebagai Koordinator Media dan Informasi PPI Tunisia dan menjadi Bendahara Umum Persatuan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) periode 2025–2026.

Dari sisi akademik, Imtiyaz merupakan lulusan S-1 Zitouna University, Tunisia, dengan konsentrasi Al-Qur'an, Hadis, dan Sirah. Ia juga memiliki pengalaman jejak panjang pendidikan kepesantrenan, antara lain Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Amanatul Ummah Mojokerto, PPTQ Bustanu Usyaqil Qur'an Demak, dan Bina Insan Mulia Cirebon.

Selain aktif dalam organisasi, Imtiyaz kini memimpin Yayasan Pondok Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 dan Imam Jazuli Foundation. Pada 2026, ia juga terlibat dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dengan kontribusi dalam perencanaan, pelayanan, dan koordinasi operasional jamaah haji Indonesia.

Kiai Imam Jazuli menegaskan, ada prinsip yang harus tetap dijaga dalam perjalanan pengabdian putrinya, terutama terkait posisi pesantren sebagai institusi pendidikan yang terbuka bagi semua kalangan.