Istanbul (ANTARA) - Gubernur California Gavin Newsom, yang akan mengakhiri masa jabatannya, mengumumkan pembatalan hukuman mati terhadap 548 terpidana di negara bagian tersebut, Kamis (5/11), dengan mengubah menjadi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
"Pembunuhan yang disahkan negara bagian tidak sesuai dengan nilai California, merongrong pondasi sistem hukum kami, dan melemahkan diri kami masing-masing," kata Newsom dalam sebuah surat terbuka kepada rakyat California.
Meskipun para narapidana akan dipenjara seumur hidup hingga mati, lanjutnya, negara bagian California tidak bisa mengeksekusi mereka atas dasar moral.
Menurut The Death Penalty Information Center, pemberian grasi tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diberikan sepanjang sejarah Amerika Serikat. Jumlah napi penerimanya bahkan dua kali lipat dari total pengampunan yang diberikan di seantero AS selama 50 tahun terakhir.
Newsom, yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur pada 4 Januari 2027, mengatakan pemberian grasi hanya kepada narapidana tertentu akan menciptakan "dua kelas korban berbeda".
Menurut konstitusi di California, gubernur tak boleh memberi pengampunan kepada narapidana yang bersalah atas kejahatan berlapis tanpa persetujuan sekurangnya empat hakim mahkamah agung di negara bagian itu.
Hal itu bermakna pengampunan terhadap sebagian individu kali ini harus diuji pengadilan lebih dulu. Putusan eksekutif tersebut juga tidak membatalkan hukuman mati, sehingga kejaksaan setempat masih bisa menuntut vonis mati kepada terdakwa.
Pada 2019 lalu, Newsom menetapkan moratorium eksekusi mati dan membongkar ruang eksekusi mati di Pusat Rehabilitasi San Quentin.
Keputusan itu disambut koalisi keluarga korban, para jaksa, mantan petugas penjara, pemimpin agama dan pembela HAM, serta pengusaha yang mendesak tindakan lebih lanjut oleh Newsom.
Keputusan tersebut sebelumnya sempat ditolak Asosiasi Jaksa Wilayah California, yang menilai grasi seluas itu melanggar hasil referendum dan menahan tercapainya penyelesaian bagi keluarga korban kejahatan.
Dalam pemilu sela AS, Selasa (3/11), Xavier Becerra dari Partai Demokrat terpilih sebagai gubernur California untuk menggantikan Newsom yang telah memenuhi periode jabatan. Beccera akan menjadi gubernur berdarah Latin pertama di California sejak 1875.
Sementara itu, menjadi hal lumrah di AS bahwa seorang presiden atau gubernur akan memberikan pengampunan besar-besaran menjelang berakhirnya masa jabatan mereka.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026