Nasional

Disnakertrans Tulungagung catat 7.000 pemohon ID PMI

Disnakertrans Tulungagung catat 7.000 pemohon ID PMI

Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencatat sekitar tujuh ribu warga setempat mengurus identitas pekerja migran Indonesia (ID PMI) selama Januari hingga Oktober 2026.

Kepala Disnakertrans Tulungagung Ardian Candra di Tulungagung, Kamis, mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi pemohon ID PMI yang sebagian besar telah berangkat bekerja ke luar negeri.

" Tahun ini ada sekitar 6.000 hingga 7.000 pemohon untuk pengajuan ID PMI. Bahkan mereka juga sudah berangkat ke luar negeri," kata Ardian Candra.

Ia menjelaskan, Hong Kong dan Taiwan masih menjadi negara tujuan utama pekerja migran asal Tulungagung.

Selain kedua negara tersebut, sebagian warga juga memilih bekerja di Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Menurut dia, pilihan negara tujuan tersebut antara lain dipengaruhi kemudahan akses keberangkatan serta pertimbangan besaran gaji yang ditawarkan.

"Kebanyakan di Taiwan dan Hong Kong. Meskipun ada juga yang pergi ke Jepang, Australia atau Selandia Baru, tetapi tidak sebanyak dua negara itu," ujarnya.

Candra menambahkan, sebagian besar pekerja migran asal Tulungagung bekerja di sektor informal, antara lain sebagai asisten rumah tangga, pengasuh anak, perawat lanjut usia, dan pekerja rumah tangga lainnya.

Berdasarkan wilayah asal, pemohon ID PMI banyak berasal dari kawasan selatan Kabupaten Tulungagung, di antaranya Kecamatan Bandung, Besuki dan Pakel.

Selain itu, terdapat pula warga dari Kecamatan Kalidawir dan Rejotangan yang memilih bekerja di luar negeri.

"Rata-rata yang berangkat ke luar negeri ini merupakan warga Tulungagung sektor selatan, terbanyak di Bandung, Besuki, dan Pakel," katanya.