Politik

Disbudpar Kota Cirebon susun konsep pengembangan ekraf

Disbudpar Kota Cirebon susun konsep pengembangan ekraf

Cirebon (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan konsep pengembangan daerah sebagai model ekonomi kreatif (ekraf) nasional setelah kota tersebut dinilai memiliki potensi budaya dan ekosistem industri kreatif yang memadai.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya di Cirebon, Jumat, mengatakan gagasan tersebut muncul setelah Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melihat potensi daerah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam kegiatan IDE.IND.

"Karena mereka melihat bahwa satu kekayaan budaya Cirebon itu menjadi inspirasi untuk tumbuhnya ide-ide kreatif," katanya.

Ia menyebutkan, Cirebon memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan sektor tersebut, mulai dari warisan budaya, komunitas kreatif, dunia usaha, perguruan tinggi, media hingga dukungan pemerintah daerah.

Menurut dia, luas wilayah Kota Cirebon yang relatif kecil juga menjadi keuntungan dalam mengoordinasikan berbagai subsektor ekraf dibandingkan daerah dengan cakupan wilayah lebih besar.

"Ekosistem di Kota Cirebon sudah cukup bagus. Artinya, bagaimana kemudian kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, media, perguruan tinggi itu sudah cukup bagus," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disbudpar bersama pihak terkait sedang merumuskan konsep yang rencananya diajukan kepada Kemenekraf pada Desember 2026.

Agus mengatakan pengembangan tersebut akan memanfaatkan sejumlah kawasan yang telah memiliki aktivitas kreatif, termasuk cagar budaya yang diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Salah satu contohnya, kata dia, Museum Topeng yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat melihat koleksi budaya, melainkan dapat menjadi ruang lokakarya batik, diskusi, pengembangan industri kreatif, dan kegiatan literasi.

"Selain itu, kawasan Tabalong telah memiliki kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, BUMN, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), termasuk melalui paket wisata edukasi EduTrain," ujarnya.

Tabalong merupakan sebutan akronim dari Taman Bacaan Cikalong atau dikenal juga sebagai Sinau Tabalong. Kawasan itu merupakan ruang terbuka hijau dan edukasi yang terletak di bantaran Sungai Cikalong. Kawasan ini ditata sebagai model pemeliharaan utilitas sungai yang bersih, asri, serta difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat dan anak-anak.

Sementara kawasan keraton, lanjut dia, menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan aktivitas kuliner tradisional Pawon Bogana.

Ia menuturkan potensi lainnya turut terlihat dalam kegiatan IDE.IND pada Kamis (5/11), yang menampilkan berbagai produk inovasi pelaku ekraf lokal, termasuk sabun berbahan minyak jelantah yang digagas seorang mahasiswi.

Sementara itu Suci Zaitiani, mahasiswi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengatakan inovasi tersebut memanfaatkan limbah minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang menjadi produk yang memiliki nilai guna.

“Saya bersama tiga rekan saya, mengembangkan produk tersebut selama sekitar dua bulan melalui sejumlah percobaan hingga menemukan formula yang tepat,” katanya.