Liputan6.com, Jakarta - Chairman Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia, , membagikan sejumlah strategi jitu yang dapat diterapkan pemilik (brand) untuk menjangkau secara efektif. Strategi berfokus pada nilai produk (value creation) dinilai kian krusial di tengah global.
Sutanto menyadari bahwa berbagai tantangan industri saat ini menuntut sebuah brand untuk menyusun strategi adaptif agar dapat terus bertahan dan menjadi pilihan utama konsumen.
"Kalau kita melihat, di masa-masa yang penuh tantangan itu justru memberikan kesempatan bagi brand yang mampu bertahan—apalagi yang masih memungkinkan untuk ekspansi—untuk lebih mendominasi pasar secara keseluruhan," ujar Sutanto di sela-sela gelaran MMA Impact Indonesia 2026 di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, salah satu kunci sukses utama terletak pada penciptaan nilai (value creation), baik dari sisi produk maupun teknik pemasaran. Setiap brand didorong untuk dapat mendekatkan nilai produknya kepada masyarakat sebagai calon konsumen.
"Di satu sisi, cukup banyak brand yang mengurangi anggaran (spending) pemasarannya. Nah, bagaimana dengan anggaran yang lebih terbatas itu, strategi pemasaran justru tetap bisa menghasilkan dampak yang optimal seperti biasanya," tutur Sutanto.
Ketika sebuah brand mampu melewati tantangan tersebut, Sutanto meyakini langkah ke depan akan menjadi lebih kokoh. "Inilah pentingnya penciptaan nilai, sehingga memungkinkan brand atau perusahaan menjadi jauh lebih kuat dan sukses," tegasnya.
Tiga Strategi Utama Penguat Brand
CEO Emtek Media & Vidio ini memaparkan tiga poin kunci yang menjadi penopang kekuatan sebuah brand:
Menjangkau Segmen Audiens Baru
Brand perlu melihat peluang ekspansi dengan menyasar segmen konsumen baru yang sebelumnya belum terjangkau untuk melengkapi basis konsumen reguler.
"Misalnya jika ingin mengekspansi bisnis, apakah ada kesempatan untuk mengembangkan segmentasi baru yang sebelumnya belum dijangkau (reach out)," ungkap Sutanto.
Menambahkan Nilai Unik (Unique Value)
Memberikan keunggulan atau nilai tambah yang unik pada produk agar memiliki daya tarik memikat di mata calon konsumen dibanding kompetitor.
Mengoptimalkan Sudut Monetisasi Baru
Mencari ruang monetisasi alternatif dalam kerangka bisnis yang sudah ada. Langkah ini membuat arus pendapatan (revenue stream) perusahaan tidak hanya bergantung pada satu lini kegiatan bisnis saja.
"Bagaimana di bisnis yang sudah ada (existing business) kita melihat sudut pandang tambahan, sehingga monetisasinya bisa muncul dalam bentuk lain. Kombinasi dari hal-hal inilah yang akan memberikan dampak secara keseluruhan," pungkas Sutanto.