Ekonomi

BEI Siapkan Sistem Baru, Manipulasi Saham Bakal Ketahuan Real-Time

BEI Siapkan Sistem Baru, Manipulasi Saham Bakal Ketahuan Real-Time

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator serius akan membenahi pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mempersiapkan sistem peringatan dini (real-time flagging) untuk mendeteksi indikasi manipulasi hingga pelanggaran (misconduct) transaksi saham di pasar modal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, nantinya hal tersebut akan segera diumumkan kepada para investor dan sekaligus menyampaikan kepada masyarakat bahwa penegakan hukum di pasar modal terus dilakukan.

"Kami akan menyampaikan real-time flagging kepada pasar bila kami menemukan ada indikasi, ya upaya manipulasi atau misconduct lain di pasar. Akan segera kami umumkan kepada pasar bahwa proses investigasi sudah dilakukan atau dimulai," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, dikutip (6/11/2026).


Jeffrey menjelaskan metodologi dan prosedur pengawasan baru tersebut akan langsung memantau dan informasi dapat langsung sampai ke publik. Pengawasan ini berjalan seiring dengan reformasi pasar modal yang mencakup dalam dua aspek lainnya, yaitu peningkatan kualitas transparansi data pemegang saham di atas 1% hingga pihak terafiliasi, serta penguatan likuiditas pasar.

Ia menyebut langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun penyedia indeks global.

Di sisi lain, BEI juga sedang mencermati dinamika pasar terkait rencana pembukaan kembali transaksi short selling. Namun hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini.

"Kita pantau pasarnya, ya. Kalau pasarnya sudah lebih kondusif, ya, tidak ada kepanikan yang berlebihan, ya tentu short selling bisa kita masukkan kembali daftar sahamnya," tegasnya.

Jeffrey menambahkan, BEI juga akan mengevaluasi daftar saham-saham yang akan masuk dalam transaksi short selling tersebut. "Ya kita lihat nanti. Kami umumkan nanti," tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]