Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Abdelouahab Osmane menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat multilateralisme dan kerja sama dengan kawasan Asia Tenggara.
"Di tingkat internasional, Aljazair secara konsisten mengadvokasi penguatan multilateralisme yang lebih efektif serta penghormatan penuh terhadap Piagam PBB," kata Dubes Abdelouahab dalam sambutannya pada Peringatan ke-72 Tahun Hari Revolusi Aljazair di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan Aljazair berkomitmen untuk membela berbagai perjuangan yang adil, terutama perjuangan rakyat Palestina.
Dalam hubungan dengan ASEAN, katanya, keikutsertaan Aljazair dalam Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC) menjadi tonggak penting yang mencerminkan kesamaan nilai kedua pihak, termasuk perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap multilateralisme.
Dubes juga menyoroti kunjungan resmi tingkat tinggi Sekretaris Jenderal ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Chem Widhya, ke Aljazair pada September lalu sebagai bagian dari perkembangan hubungan Aljazair dengan kawasan Asia Tenggara.
Lebih lanjut, ia mengatakan Aljazair memprioritaskan pembangunan ekonomi nasional yang terdiversifikasi dan tangguh guna mengurangi ketergantungan pada hidrokarbon.
"Upaya itu dilakukan melalui pengembangan sumber daya nasional, modernisasi sektor produksi, dan penguatan kapasitas pembangunan di seluruh sektor," katanya.
Pada kesempatan itu, Dubes juga menyampaikan harapannya agar hubungan Aljazair dan negara-negara Asia Tenggara terus berkembang melalui penguatan kerja sama dan nilai-nilai bersama di tingkat bilateral maupun multilateral.
Hadir pada perayaan tersebut Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan sejumlah dubes asing di Jakarta di antaranya Arab Saudi, Palestina, dan Iran.